Pandemi Covid 19 Masih Berlangsung, Lindungi Diri Dengan 4 Hal Ini

Itulah yang membuat vaksinasi menjadi hal yang paling tepat untuk saat ini dalam menanggulangi penyebaran COVID-19. Semakin banyak orang yang divaksin, maka semakin sedikit orang yang tetap rentan dan semakin kecil pula kemungkinan penularan patogen dari orang ke orang. Untuk diketahui, vaksinasi atau imunisasi itu menjadi pencegahan primer penyakit dengan memasukkan antigen atau benda asing ke tubuh.

Melarikan diri dari kekebalan mengharuskan virus mengakumulasi serangkaian mutasi, masing-masing memungkinkan patogen mengikis efektivitas pertahanan tubuh. Beberapa virus, seperti influenza, mengumpulkan perubahan itu dengan relatif cepat. Tetapi yang lain, seperti virus campak, hampir tidak mengumpulkan perubahan apa pun. Ilmuwan khawatir tentang varian ini tetapi tidak terkejut karena mereka telah mencatat ribuan modifikasi kecil pada materi genetik dari virus corona yang menyebar ke seluruh dunia. Kepala Puskesmas Bika Riyadi Fitriyansyah, A.Md.Far menyampaikan, Vaksinasi Covid -19 yang terus digencarkan itu untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyebaran virus Covid -19. Ada pula kandungan likopen yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.

Vaksin yang baik untuk membantu imunitas tubuh kita

Vaksin akan bekerja ketika dimasukan ke dalam tubuh baik melalui jalur suntikan, oral, ataupun intranasal. Sebisa mungkin juga hindari bepergian ke luar rumah atau berkumpul dengan orang banyak. Dokter Spesialis Anak di RS Pondok Indah, dr Caesar Pronocitro SpA MSc menjelaskan bahwa vaksinasi ini sangat berkaitan erat dengan imunitas atau sistem kekebalan tubuh manusia. Di samping menjaga daya tahan tubuh, kita perlu tetap menerapkan protokol kesehatan, baik selama menunggu giliran untuk divaksin maupun setelah mendapatkan vaksin. Rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diawali dengan registrasi atau pendaftaran kepada peserta vaksinasi tahap kedua dosis kedua. Kegiatan ini dalam rangka menekan penyebaran Covid 19 sekaligus untuk meningkatkan imunitas tubuh dan dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Seperti memakai masker, nencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, mengurangi kerumunan, dan menghindari makan bersama, yang menyebabkan kita bisa terpapar virus lagi. Sebagaimana diketahui kasus kenaikan Covid-19 yang ada di Bangkalan naik cukup signifikan usai libur lebaran 1442H. Demi menekan laju angka penularan, pemerintah setempat berkoordinasi dengan pihak terkait gencar mengadakan vaksinasi, guna mendapatkan kekebalan tubuh untuk menghadapi pandemi ini. “Kita pun berharap melalui kerja sama dengan proses vaksinasi yang cepat, dengan kemampuan vaksinator yang cekatan, kita bisa mendapatkan herd immunity atau kekebalan kelompok tahun ini. Dengan demikian, maka pemulihan ekonomi, aktifitas masyarakat, kegiatan kebudayaan bisa kita lakukan bersama-sama,” ungkapnya. Bukan tidak mungkin, efek samping tersebut membuat kita jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Virus corona menyerang jutaan umat manusia tanpa mengenal kasta, suku, agama, usia, jenis kelamin dan warna kulit. Salah satu cara menjaga imunitas ialah dengan mengonsumsi rempah-rempah penambah daya tahan tubuh. Masyarakat yang sudah mendapat vaksin Covid-19 pun tetap butuh suplemen seperti imunomodulator. “Sebenarnya, suplemen atau vitamin itu ada di makanan, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Sayangnya, banyak informasi keliru seputar virus dan vaksin COVID-19 yang beredar di dunia maya. Misinformasi di tengah situasi krisis kesehatan bisa menyebabkan paranoia, rasa takut, dan stigma, bahkan menyebabkan orang lain tidak terlindungi atau lebih rentan terhadap virus. Selalu rujuk fakta dan saran dari sumber-sumber tepercaya, seperti otoritas kesehatan, PBB,UNICEF, dan WHO. Penelitian menunjukkan orang yang tidur kurang lebih dari enam jam semalam lebih mungkin terkena flu dibandingkan mereka yang tidur tujuh jam semalam. Alasannya, saat tidur, tubuh menghasilkan protein yang bertanggung jawab untuk melawan infeksi dan mengurangi peradangan, menurut Mayo Clinic.