Ini Panduan Memulai Investasi Di Usia Muda

Belnick memulai bisnisnya di usia 16 tahun dengan bermodalkan US$600 atau sekitar Rp eight juta. “Kami memulainya dengan perencanaan bisnis yang selalu kami gunakan sebagai guide, tapi perencanaan bisnis itu selalu berubah. Kami selalu menemukan cara baru untuk berkomunikasi dengan pengguna, menghasilkan revenue, juga kesempatan-kesempatan baru yang cocok dengan Miss O dan komunitas kami,” papar Juliette.

Bisnis di usia muda

Saat ini untuk memulai saham, tidak harus mengeluarkan modal besar. Sebagai salah satu pemegang saham, kamu akan memperoleh keuntungan secara berkala. Beberapa alasan melakukan investasi usia muda agar bisa memiliki passive earnings dan dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan hari tua di kemudian hari. Sedangkan investasi, yaitu membuat uang atau modal yang dikeluarkan jadi berkembang dan memperoleh keuntungan.

Apalagi jika tulisan kamu memiliki target pembaca yang luas dan berpotensi akan dibaca banyak orang, seperti evaluate barang, makanan, lodge, dan lain-lain. Sama seperti Youtube, kamu bisa monetisasi website weblog kamu, sehingga ada uang yang masuk setiap orang mengklik tulisan-tulisan kamu. Semakin banyak orang yang membaca tulisan kamu, semakin besar juga kesempatan kamu untuk mendapatkan banyak uang.

Jika Anda sudah berumah tangga dan memiliki anak, keberanian untuk berbisnis sendiri akan semakin berkurang. Anda jadi ragu untuk meninggalkan pekerjaan Anda di perusahaan. Sedangkan jika Anda berbisnis saat muda dan single, beban finansial Anda masih Agen Bola Online sedikit dan Anda lebih siap untuk hidup mandiri. Anda pun bisa mencukupi kebutuhan dari hasil berbisnis dan membuat orang tua bangga. Beban pikiran anak muda belum sebanyak orang tua, sehingga umumnya lebih kreatif dan terbuka dengan perubahan.

Untuk itu, Anda harus berpikir kritis agar menemukan banyak ide yang menginspirasi. Selain itu, dapat juga menentukan konsep terbaru agar bisnis maju dan berkembang. Jiwa anak muda yang menyukai kebebasan dalam berkreativitas sepertinya dibutuhkan dalam memulai bisnis di usia muda. Ketika anda sudah mulai mengerti apa yang anda sukai untuk dijadikan bisnis, anda fokus berbisnis dengan hal yang anda sukai itu. Tak jarang pula para pebisnis muda tersebut sudah memiliki pasar yang cukup luas bahkan hingga ke luar negeri dengan keuntungan yang berkali lipat. Mengikuti teknologi dan perkembangan zaman memang tidak salah, namun ada hal yang harus kamu perhatikan.

Jika proses tersebut dilakukan secara baik maka akan menghasilkan output yang baik. Keempat, membangun jaringan bisnis, dengan menciptakan networking akan tercipta jaringan bisnis yang sangat menguntungkan bagi perkembangan usaha. Kelima tidak mengenal putus asa, semua bisnis akan mengalami pasang surut sehingga pebisnis yang sukses harus berani mengambil resiko baik resiko gagal maupun resiko sukses. Banyak yang harus Anda korbankan dalam upaya menjadi pebisnis sukses karena tidak ada yang namanya sukses dalam semalam. Startup bernilai jutaan hingga miliaran dolar, seperti Gojek yang nilai valuasinya mencapai angka $10 miliar sekarang, adalah hasil kerja keras berjam-jam. Menjadi pengusaha sukses di usia muda membutuhkan tingkat dedikasi yang kuat, termasuk mengorbankan waktu dan uang dalam jumlah besar.

Memang masa sukses masing-masing orang itu berbeda, tapi berusaha mandiri di usia muda bukanlah hal yang salah. Kamu bisa mencoba peruntungan karena itu jangan menyia-nyiakan masa mudamu dengan hal-hal yang tidak baik, lebih baik kamu mulai melakukan sesuatu yang menghasilkan. Jangan takut karena gagal, karena kegagalan sekarang adalah pelajaran untuk usaha selanjutnya. Banyak orang berasumsi guna memulai suatu bisnis dibutuhkan talenta, sehingga mereka kerapkali maju mundur lantaran merasa tak memiliki bakat. Kendati sesungguhnya mereka telah memiliki amunisi berupa modal usaha, guna diputar dan dikembangkan sehingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Jika gagal di usia muda, Anda masih punya kesempatan mengumpulkan uang dan merintis bidang bisnis lainnya. Belajar dari kegagalan akan membuat Anda menjadi semakin matang dan cermat. Mengawali bisnis di usia muda akan membuatmu cenderung lebih percaya diri karena kamu memiliki kondisi tubuh yang prima dan energi yang positif.

Nah, ada sebagian remaja yang tidak ingin hanya bergantung pada uang jajan, bahkan ada yang kurang beruntung bisa mendapatkan uang jajan seperti remaja lainnya. Sementara saat kamu menjalani bisnis dropshipper, kamu kurang lebih akan dianggap sama seperti pemilik tokonya. Meskipun keduanya sama-sama tidak memiliki dan menjual produk sendiri. Terakhir, kamu bisa memanfaatkan platform sosial media untuk berjualan, seperti di Facebook dan Instagram. Pertama, membuat web site sendiri untuk menjual produk/jasa kamu.

Mudah-mudahan kita bisa meniru semangat juang mereka, kesuksesan bukan dinilai dari berapa usia kita, tapi dari daya juang, semangat dan usaha pantang menyerah kita untuk meraih kesuksesan itu. Sahabat PDaja, di usia yang muda memang menjadi keuntungan tersendiri karena keberadaan teknologi yang semakin canggih. Karena hal itulah pelaku usaha dengan usia muda lebih paham akan teknologi yang ada.