Apa Itu Vaksin & Bagaimana Cara Kerjanya?

Menjaga daya tahan tubuh dengan melakukan gaya hidup sehat menjadi hal yang penting di masa pandemi COVID-19 di akhir tahun ini. Selain dapat terhindar dari virus, hal itu juga membuat tubuh tidak akan mudah terserang penyakit. Di samping itu, tubuh juga membutuhkan asupan vitamin C untuk menjaga kekebalan tubuh dengan mengonsumsi multivitamin. Namun sebagai catatan, lebih baik mengonsumsi multivitamin sesuai anjuran dokter.

Vaksin yang baik untuk membantu imunitas tubuh kita

Penelitian ini dilakukan dengan menguji antibodi Covid-19 pada lebih dari 9.500 penduduk yang tinggal di thirteen distrik setelah lockdown dicabut. Tes sampel darah lanjutan juga dilakukan pada Juni serta antara Oktober dan Desember 2020 untuk memeriksa apakah antibodi tersebut masih ada dalam tubuh atau tidak. Saat ini, jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia masih belum cukup untuk diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sekaligus. Maka dari itu, ada beberapa kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid-19 terlebih dahulu. Jadi, jangan lupa untuk rutin konsumsi buah dan sayur, serta biji-bijian dan kacang-kacangan walaupun sudah vaksin.

Meskipun kita sudah berhati-hati dan preventif, tapi serangan penyakit bisa saja datang kapan saja. Asuransi kesehatan penting untuk tambahan pelindungmu dan menjaga sisi finansialmu agar tidak terkuras untuk biaya berobat yang semakin mahal. Namun, perlu dibedakan apakah seseorang yang dilakukan Vaksin Covid-19 merasa lemas karena berpuasa atau karena hal lain. Disela – sela kegiatan vaksin tersebut, kifli juga mengatakan, jika vaksin yang didapatkan PTK MTsN 10 HSS sudah lengkap, namun meski demikian tidak serta merta PTK bisa melakukan aktivitas diluar rumah secara bebas.

Kebiasaan seperti merokok, minum alkohol, dan konsumsi makanan cepat saji, bisa menurunkan kadar imun tubuh. Hal itu menyebabkan seseorang rentan terpapar Covid-19, meski sudah melakukan vaksinasi. Seiring bertambahnya usia, cara meningkatkan daya tahan tubuh untuk lansia sangat penting untuk dibahas. Karena sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan yang berdampak cukup besar terhadap pada kesehatan, yang menyebabkan lansia cenderung memiliki resiko infeksi virus dan bakteri yang lebih tinggi1. Selain menerapkan pola hidup sehat, konsumsi vitamin atau suplemen juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh atau imunitas sesuai kebutuhan, tentunya hal ini tidak dapat dipilih secara sembarangan.

“Harus diingatkan menjalankan 5M dan juga menjaga imunitas tubuh adalah sesuatu yang penting, agar pencegahan bisa benar-benar dilaksanakan. Kita sudah sangat menderita, karena pandemi tidak kunjung selesai,” ujar dokter dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. School of Public Health Harvard membeberkan jika konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat memelihara mikroba bermanfaat di dalam pencernaan yang membantu merangsang sel kekebalan tubuh. Tiram kaya akan zinc yang merupakan mineral penghilang patogen dari tubuh dan meningkatkan produksi protein untuk melawan infeksi virus.

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dikirim dari China untuk Indonesia pada Minggu, 6 Desember 2020. Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat. Namun, sama seperti vaksin mati, vaksin jenis ini juga harus diberikan beberapa kali untuk menjaga efek kekebalannya. Vaksin jenis ini biasanya tidak memberikan perlindungan sekuat vaksin hidup. Maka dari itu, Anda mungkin perlu melakukan beberapa kali vaksin agar kebal terhadap penyakit.

Beberapa uji klinik menunjukkan efektivitas ekstrak EP pada pasien dewasa dengan gejala pilek akibat influenza . Selenium bersifat sebagai antioksidan yang mampu menteralkan molekul yang tidak stabil yang dapat merusak sel. Sebagai selenoprotein, selenium dibutuhkan untuk membantu fungsi neutrofil, makrofag, sel NK, sel limfosit T, dan mekanisme imun yang lain. Asupan selenium yang meningkat dapat dikaitkan dengan pengurangan risiko kanker dan dapat meringkankan kondisi patologis yang lain, termasuk stres oksidatif dan peradangan . Kekurangan selenium menyebabkan meningkatnya peradangan yang mungkin disebabkan oleh kenaikan stres oksidatif.